
Melihat gigi menghitam dari dalam tentu bisa membuat khawatir. Banyak orang langsung menganggap kondisi tersebut sebagai tanda gigi berlubang atau karies. Padahal, perubahan warna gelap pada gigi tidak selalu disebabkan oleh karies. Ada beberapa kondisi lain yang juga dapat membuat gigi tampak abu-abu, kecokelatan, atau bahkan hitam.
Memahami penyebabnya penting karena penanganan gigi yang berubah warna harus disesuaikan dengan sumber masalahnya. Jika perubahan warna berasal dari bagian dalam gigi, membersihkan permukaan gigi saja mungkin tidak cukup. Berikut penjelasan sehatoria dibawah ini.
Mengapa Gigi Bisa Menghitam dari Dalam?
Warna gigi dapat berubah akibat faktor yang berasal dari luar maupun dari dalam struktur gigi. Noda dari makanan dan minuman biasanya berada di permukaan, sedangkan perubahan warna dari dalam dapat berkaitan dengan kondisi jaringan gigi.
Salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah kerusakan pada jaringan pulpa, yaitu bagian dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Ketika jaringan tersebut mengalami kerusakan atau kematian, warna gigi dapat berubah menjadi lebih gelap.
Namun, kondisi ini tidak dapat dipastikan hanya dengan melihat warna gigi. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
1. Karies atau Gigi Berlubang
Karies merupakan salah satu penyebab yang sering dikaitkan dengan perubahan warna gigi. Pada tahap awal, kerusakan dapat terlihat sebagai bercak putih atau kecokelatan. Jika terus berkembang, area yang mengalami kerusakan dapat berubah menjadi lebih gelap.
Gigi yang mengalami karies tidak selalu langsung terasa sakit. Karena itu, gigi menghitam tetapi tidak sakit tetap sebaiknya diperiksa, terutama jika perubahan warna berada pada area tertentu dan semakin meluas.
2. Saraf Gigi Mengalami Kerusakan
Gigi yang mengalami trauma atau kerusakan cukup dalam dapat menyebabkan jaringan pulpa terganggu. Dalam kondisi tertentu, jaringan tersebut dapat mati dan membuat warna gigi berubah menjadi abu-abu atau gelap.
Menariknya, perubahan warna akibat masalah pada pulpa dapat muncul tanpa rasa sakit. Seseorang mungkin baru menyadarinya ketika melihat warna salah satu gigi berbeda dibandingkan gigi di sekitarnya.
3. Pernah Mengalami Benturan
Benturan pada gigi, baik akibat kecelakaan, terjatuh, olahraga, maupun aktivitas lainnya, dapat memengaruhi jaringan di dalam gigi.
Tidak semua cedera gigi langsung menimbulkan keluhan. Perubahan warna bisa muncul beberapa waktu setelah kejadian. Oleh karena itu, riwayat benturan merupakan informasi penting yang perlu disampaikan ketika berkonsultasi dengan dokter gigi.
4. Noda dari Makanan dan Minuman
Tidak semua warna gelap berasal dari dalam gigi. Kebiasaan mengonsumsi kopi, teh, atau makanan dan minuman berwarna pekat dapat menyebabkan noda pada permukaan gigi.
Kebiasaan merokok juga dapat membuat permukaan gigi mengalami perubahan warna. Biasanya, noda permukaan berbeda dengan perubahan warna internal karena dapat berkaitan dengan penumpukan pigmen di lapisan luar gigi.
5. Pengaruh Obat atau Kondisi Tertentu
Perubahan warna gigi juga dapat berkaitan dengan paparan obat atau kondisi tertentu selama masa pembentukan gigi. Karena itu, dokter gigi perlu melihat riwayat kesehatan dan perkembangan gigi sebelum menentukan penyebab perubahan warna.
Hal ini menjadi alasan mengapa penggunaan produk pemutih gigi secara sembarangan bukan pilihan yang tepat sebelum penyebab gigi menghitam diketahui.
Apakah Gigi Menghitam Pasti Harus Dicabut?
Tidak. Gigi menghitam tidak otomatis berarti harus dicabut.
Perawatan bergantung pada penyebab dan tingkat kerusakannya. Jika masalah berasal dari noda permukaan, pendekatan perawatannya berbeda dengan gigi yang mengalami karies dalam atau kerusakan pulpa.
Pada kondisi tertentu, gigi masih dapat dipertahankan melalui perawatan restoratif atau perawatan saluran akar. Namun, keputusan tersebut hanya dapat dibuat setelah dokter gigi melakukan pemeriksaan secara langsung.
Kapan Gigi Menghitam Perlu Diperiksa?
Sebaiknya jangan menunggu sampai muncul rasa sakit. Pemeriksaan menjadi semakin penting jika perubahan warna hanya terjadi pada satu gigi, warna semakin gelap, terdapat lubang, gigi mudah patah, muncul bau tidak sedap dari area tertentu, atau sebelumnya pernah terjadi benturan.
Jika disertai pembengkakan pada gusi, nyeri hebat, keluar cairan dari gusi, atau demam, pemeriksaan sebaiknya dilakukan segera.
Dokter gigi dapat mengevaluasi kondisi gigi secara langsung dan, bila diperlukan, melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui apakah masalah hanya berada di permukaan atau sudah melibatkan jaringan bagian dalam.
Jangan Langsung Memutihkan Gigi yang Menghitam
Ketika melihat gigi berubah gelap, sebagian orang mungkin langsung mencoba pasta gigi pemutih atau produk bleaching. Padahal, jika penyebabnya berasal dari bagian dalam gigi, pemutihan permukaan belum tentu menyelesaikan masalah.
Lebih baik cari tahu penyebabnya terlebih dahulu. Setelah diagnosis diketahui, dokter gigi dapat menentukan apakah gigi membutuhkan pembersihan, restorasi, perawatan saluran akar, tindakan estetik, atau perawatan lainnya.
FAQ
1. Apakah gigi menghitam dari dalam pasti karena karies?
Tidak. Karies memang dapat menyebabkan perubahan warna, tetapi gigi menghitam juga dapat berkaitan dengan kerusakan pulpa, trauma, noda, atau faktor lainnya.
2. Mengapa gigi menghitam tetapi tidak sakit?
Tidak semua kerusakan gigi langsung menimbulkan rasa sakit. Perubahan warna juga dapat terjadi ketika jaringan saraf di dalam gigi mengalami gangguan tanpa gejala yang jelas.
3. Apakah gigi hitam harus dicabut?
Tidak selalu. Gigi dapat dipertahankan dalam sejumlah kondisi, tergantung penyebab dan tingkat kerusakannya.
4. Bolehkah menggunakan pemutih gigi untuk gigi yang menghitam?
Sebaiknya jangan sebelum mengetahui penyebabnya. Produk pemutih tidak selalu efektif untuk perubahan warna yang berasal dari bagian dalam gigi.
5. Kapan harus ke dokter gigi?
Periksakan gigi jika perubahan warna menetap, semakin gelap, hanya terjadi pada satu gigi, disertai lubang atau perubahan bentuk, maupun muncul setelah benturan.



