
Bersin merupakan refleks alami tubuh yang sering kali terjadi tanpa bisa dikendalikan. Meski terdengar sederhana, bersin sebenarnya memiliki fungsi penting, yaitu membantu membersihkan saluran pernapasan dari debu, virus, bakteri, serbuk sari, maupun partikel asing lainnya. Namun, karena alasan sopan santun atau situasi tertentu, banyak orang memilih menahan bersin dengan cara menutup hidung atau mulut agar suara bersin tidak terdengar.
Sekilas, kebiasaan ini tampak tidak berbahaya. Akan tetapi, apakah sering menahan bersin benar-benar aman? Jawabannya, tidak selalu. Sesekali menahan bersin mungkin tidak menimbulkan masalah, tetapi jika dilakukan terlalu sering atau dengan cara yang salah, sehatoria mengatakan ada sejumlah risiko yang perlu diketahui.
Mengapa Tubuh Bersin?
Sebelum memahami dampak menahan bersin, penting untuk mengetahui mengapa tubuh melakukan refleks ini.
Ketika lapisan hidung mendeteksi adanya partikel asing atau zat yang mengiritasi, saraf di rongga hidung akan mengirim sinyal ke otak. Selanjutnya, otak memerintahkan otot-otot dada, diafragma, tenggorokan, dan wajah untuk bekerja secara bersamaan sehingga udara keluar dengan kecepatan tinggi melalui hidung dan mulut.
Tujuan utamanya adalah mengeluarkan benda asing agar saluran pernapasan tetap bersih.
Apa yang Terjadi Saat Bersin Ditahan?
Saat seseorang menahan bersin dengan menutup hidung dan mulut rapat-rapat, tekanan udara yang seharusnya keluar justru tertahan di dalam saluran pernapasan.
Tekanan ini tidak hilang begitu saja, melainkan dialihkan ke bagian tubuh lain, seperti:
- Rongga hidung.
- Sinus.
- Telinga.
- Tenggorokan.
- Saluran napas bagian bawah.
Pada sebagian besar orang, tubuh masih mampu mengatasi tekanan tersebut. Namun, dalam kondisi tertentu, tekanan yang terlalu tinggi dapat menimbulkan gangguan.
Risiko Cedera pada Telinga
Salah satu bagian tubuh yang paling mudah terpengaruh adalah telinga.
Tekanan udara yang meningkat dapat diteruskan ke saluran yang menghubungkan hidung dan telinga tengah, yaitu tuba Eustachius.
Akibatnya, seseorang dapat merasakan:
- Telinga berdenging.
- Telinga terasa penuh.
- Pendengaran sementara berkurang.
Pada kasus yang sangat jarang, tekanan ekstrem bahkan dapat menyebabkan cedera pada gendang telinga.
Dapat Memperparah Masalah Sinus
Sinus adalah rongga kecil yang berada di sekitar hidung.
Ketika tekanan udara meningkat secara tiba-tiba akibat menahan bersin, tekanan tersebut juga dapat memengaruhi sinus sehingga memicu rasa tidak nyaman atau memperparah peradangan yang sudah ada sebelumnya.
Walaupun jarang menyebabkan cedera serius, kondisi ini tetap dapat menimbulkan rasa nyeri.
Tenggorokan Bisa Terasa Sakit
Menahan bersin juga dapat membuat tenggorokan terasa tidak nyaman.
Tekanan udara yang tertahan dapat menyebabkan iritasi ringan pada jaringan tenggorokan sehingga muncul keluhan seperti:
- Nyeri.
- Rasa mengganjal.
- Tidak nyaman saat menelan.
Pada sebagian besar kasus, keluhan ini bersifat sementara.
Apakah Bisa Menyebabkan Pembuluh Darah Pecah?
Tekanan yang meningkat sesaat ketika menahan bersin juga dapat membuat pembuluh darah kecil di mata atau wajah pecah.
Akibatnya, muncul bercak merah kecil pada bagian putih mata atau kulit wajah.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan membaik sendiri dalam beberapa hari.
Risiko yang Sangat Jarang Terjadi
Dalam dunia medis, terdapat laporan kasus yang menunjukkan bahwa menahan bersin dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, meskipun jumlahnya sangat sedikit.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Cedera pada tenggorokan.
- Kerusakan gendang telinga.
- Kebocoran udara ke jaringan leher.
- Cedera pada pembuluh darah tertentu.
Perlu ditekankan bahwa kasus seperti ini sangat jarang dan biasanya terjadi karena tekanan yang sangat tinggi saat seseorang menutup hidung dan mulut dengan sangat kuat.
Apakah Lebih Baik Membiarkan Bersin Keluar?
Ya.
Bersin merupakan mekanisme perlindungan alami tubuh sehingga sebaiknya tidak ditahan.
Namun, bukan berarti bersin dilakukan tanpa memperhatikan orang di sekitar.
Cara yang benar adalah:
- Tutup hidung dan mulut menggunakan tisu.
- Jika tidak ada tisu, gunakan lipatan siku bagian dalam.
- Segera buang tisu ke tempat sampah.
- Cuci tangan setelahnya.
Langkah tersebut membantu mencegah penyebaran virus maupun bakteri kepada orang lain.
Mengapa Bersin Bisa Menyebarkan Penyakit?
Saat bersin, ribuan hingga jutaan tetesan kecil (droplet) dapat keluar bersama udara.
Jika seseorang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, droplet tersebut dapat mengandung virus atau bakteri yang berpotensi menular kepada orang lain.
Karena itu, etika bersin sangat penting, terutama ketika berada di tempat umum.
Bagaimana Jika Bersin Terjadi Sangat Sering?
Bersin sesekali merupakan hal yang normal.
Namun, jika bersin terjadi berulang kali setiap hari, kemungkinan terdapat penyebab lain seperti:
- Alergi.
- Rhinitis.
- Paparan debu.
- Serbuk sari.
- Asap rokok.
- Infeksi virus.
Mengidentifikasi penyebabnya lebih penting daripada terus-menerus menahan bersin.
Cara Mengurangi Frekuensi Bersin
Beberapa langkah berikut dapat membantu apabila bersin sering muncul akibat iritasi atau alergi.
1. Hindari Pemicu Alergi
Kurangi paparan debu, bulu hewan, dan serbuk sari jika diketahui menjadi penyebab.
2. Jaga Kebersihan Rumah
Membersihkan kasur, bantal, dan lantai secara rutin membantu mengurangi debu.
3. Gunakan Masker
Masker dapat membantu menyaring partikel yang memicu bersin saat berada di luar ruangan.
4. Konsultasikan ke Dokter Bila Perlu
Jika bersin sangat sering, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan agar penyebabnya diketahui dengan pasti.
Kesimpulan
Menahan bersin sesekali mungkin tidak menimbulkan masalah serius. Namun, jika dilakukan terlalu sering atau dengan cara menutup hidung dan mulut secara rapat, tekanan udara yang seharusnya keluar dapat dialihkan ke telinga, sinus, tenggorokan, dan bagian tubuh lainnya. Akibatnya, muncul berbagai keluhan mulai dari telinga berdenging hingga nyeri tenggorokan.
Cara terbaik adalah membiarkan bersin keluar secara alami sambil menerapkan etika bersin yang benar, yaitu menggunakan tisu atau lipatan siku. Dengan begitu, fungsi perlindungan tubuh tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko penularan penyakit kepada orang lain.
FAQ
1. Apakah menahan bersin selalu berbahaya?
Tidak selalu. Sesekali menahan bersin umumnya tidak menimbulkan masalah, tetapi kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus.
2. Mengapa menahan bersin dapat memengaruhi telinga?
Karena tekanan udara yang tertahan dapat diteruskan ke tuba Eustachius dan telinga tengah.
3. Apakah menahan bersin bisa menyebabkan gendang telinga pecah?
Kasus tersebut sangat jarang, tetapi secara teori dapat terjadi jika tekanan yang dihasilkan sangat tinggi.
4. Apa cara yang benar saat ingin bersin?
Gunakan tisu atau tutup mulut dan hidung dengan lipatan siku bagian dalam, lalu segera cuci tangan.
5. Mengapa bersin penting bagi tubuh?
Bersin membantu mengeluarkan debu, virus, bakteri, dan partikel asing dari saluran pernapasan.
6. Apakah bersin yang terlalu sering perlu diperiksa?
Ya, terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain seperti hidung tersumbat kronis atau sesak napas.
7. Bagaimana cara mengurangi bersin akibat alergi?
Hindari pemicu alergi, jaga kebersihan lingkungan, gunakan masker bila diperlukan, dan konsultasikan dengan dokter jika keluhan tidak membaik.



