
Melihat gigi anak mulai memiliki lapisan kekuningan atau terasa kasar ketika disentuh tentu membuat orang tua bertanya-tanya. Apakah gigi anak memang mudah berkarang? Padahal, anak sudah rutin menyikat gigi setiap hari.
Karang gigi pada anak sebenarnya tidak selalu terjadi karena anak malas menyikat gigi. Ada berbagai kebiasaan sehari-hari yang dapat membuat plak lebih mudah menumpuk dan akhirnya mengeras menjadi karang gigi. Pola makan, cara menyikat gigi, hingga kebiasaan setelah makan dapat ikut berpengaruh.
Lantas, apa yang membuat gigi anak mudah berkarang dan bagaimana cara mencegahnya? Simak penjelasan lengkap sehatoria berikut ini.
Apa Itu Karang Gigi?
Sebelum membahas penyebabnya, penting untuk memahami perbedaan antara plak dan karang gigi.
Plak merupakan lapisan tipis yang terbentuk dari bakteri, sisa makanan, dan komponen air liur yang menempel pada permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara optimal, plak dapat mengeras dan berubah menjadi karang gigi.
Berbeda dengan plak yang masih relatif mudah dibersihkan dengan menyikat gigi secara rutin, karang gigi yang sudah terbentuk umumnya membutuhkan pembersihan profesional oleh dokter gigi.
Karang gigi dapat terlihat sebagai lapisan putih kekuningan hingga kecokelatan, terutama di sekitar garis gusi dan bagian gigi tertentu yang sulit dijangkau sikat.
Kenapa Gigi Anak Mudah Berkarang?
Ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari dapat membuat plak lebih mudah menumpuk pada gigi anak.
1. Menyikat Gigi Terlalu Cepat
Anak sering kali ingin segera selesai ketika waktunya menyikat gigi. Akibatnya, beberapa permukaan gigi mungkin tidak dibersihkan dengan baik.
Menyikat gigi bukan hanya soal seberapa sering dilakukan, tetapi juga bagaimana teknik dan durasinya. Orang tua dapat membantu anak memastikan seluruh permukaan gigi, termasuk bagian belakang dan dekat garis gusi, ikut dibersihkan.
2. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan atau Minuman Manis
Permen, cokelat, biskuit manis, minuman manis, dan makanan ringan tertentu dapat meningkatkan paparan gula pada gigi.
Bukan berarti anak sama sekali tidak boleh mengonsumsi makanan manis. Yang penting adalah memperhatikan frekuensi dan kebersihan gigi setelah makan.
Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis berkali-kali sepanjang hari dapat membuat kondisi mulut lebih sering terpapar gula.
3. Sering Ngemil di Antara Waktu Makan
Anak yang sering ngemil mungkin memiliki lebih banyak kesempatan bagi sisa makanan untuk menempel pada gigi.
Jika setelah ngemil anak tidak membersihkan mulut dengan baik, plak dapat semakin mudah terbentuk. Karena itu, orang tua dapat mengatur jadwal makan dan camilan secara lebih teratur.
4. Cara Menyikat Gigi Belum Tepat
Anak yang masih kecil biasanya belum memiliki kemampuan motorik yang cukup untuk membersihkan seluruh permukaan gigi dengan sempurna.
Tidak sedikit anak hanya menyikat bagian depan gigi karena area tersebut lebih mudah terlihat. Padahal, bagian belakang gigi dan area dekat gusi juga perlu dibersihkan.
Orang tua sebaiknya tetap mendampingi atau membantu proses menyikat gigi, terutama pada anak yang masih kecil.
5. Jarang Membersihkan Area Sulit Dijangkau
Beberapa bagian gigi lebih mudah menjadi tempat berkumpulnya plak, misalnya celah antargigi dan area sekitar garis gusi.
Menyikat gigi tetap menjadi dasar perawatan, tetapi pada kondisi tertentu pembersihan sela gigi juga diperlukan sesuai usia dan kondisi anak. Dokter gigi dapat membantu orang tua menentukan cara yang tepat.
Apakah Karang Gigi Bisa Membahayakan Gigi Anak?
Karang gigi bukan sekadar masalah penampilan. Penumpukan karang gigi dapat berkaitan dengan masalah kesehatan gusi karena menjadi tempat yang sulit dibersihkan secara optimal.
Jika kebersihan mulut tidak terjaga, anak dapat mengalami gusi merah, gusi mudah berdarah, bau mulut, atau masalah gigi lainnya.
Karena itu, jangan menunggu sampai karang gigi terlihat tebal sebelum memperhatikan kesehatan mulut anak.
Bagaimana Cara Mencegah Karang Gigi pada Anak?
Pencegahan dapat dimulai dari rutinitas sederhana di rumah. Biasakan anak menyikat gigi dua kali sehari, terutama pada pagi hari dan sebelum tidur.
Gunakan sikat gigi dengan ukuran yang sesuai dengan mulut anak dan pasta gigi berfluoride sesuai anjuran dokter gigi atau rekomendasi kesehatan gigi anak.
Selain itu, batasi frekuensi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Air putih dapat menjadi pilihan utama setelah makan atau ketika anak haus.
Orang tua juga sebaiknya tidak hanya mengandalkan anak untuk membersihkan giginya sendiri. Dampingi proses menyikat gigi dan periksa bagian gigi yang mungkin masih terlewat.
Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Gigi?
Jika sudah terlihat lapisan keras yang menempel pada gigi, jangan mencoba mengeriknya sendiri menggunakan benda tajam. Tindakan tersebut dapat melukai gusi atau merusak permukaan gigi.
Bawalah anak ke dokter gigi untuk mengetahui apakah lapisan tersebut merupakan karang gigi atau masalah lain. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi anak.
Pemeriksaan rutin juga membantu mendeteksi masalah gigi sejak awal sebelum berkembang menjadi keluhan yang lebih serius.
FAQ Seputar Gigi Anak Mudah Berkarang
1. Kenapa gigi anak cepat muncul karang gigi?
Karang gigi dapat terbentuk ketika plak tidak dibersihkan secara optimal dan kemudian mengeras. Kebiasaan menyikat gigi kurang tepat, sering ngemil, serta konsumsi makanan atau minuman manis dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak.
2. Apakah karang gigi pada anak bisa hilang dengan menyikat gigi?
Plak yang masih lunak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi secara rutin. Namun, karang gigi yang sudah mengeras umumnya tidak dapat dihilangkan hanya dengan sikat gigi dan memerlukan pembersihan oleh tenaga profesional.
3. Apakah anak boleh melakukan scaling?
Pembersihan karang gigi pada anak dapat dilakukan jika memang terdapat indikasi dan sesuai hasil pemeriksaan dokter gigi. Jenis perawatan akan disesuaikan dengan usia serta kondisi gigi dan gusi anak.
4. Apakah makanan manis selalu menyebabkan karang gigi?
Tidak secara langsung. Makanan manis dapat meningkatkan risiko penumpukan plak dan masalah gigi jika dikonsumsi terlalu sering serta tidak diimbangi dengan kebersihan mulut yang baik.
5. Bagaimana cara mencegah karang gigi pada anak?
Biasakan menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang tepat, batasi frekuensi makanan dan minuman manis, jaga kebersihan sela gigi sesuai kebutuhan, dan lakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Kesimpulan
Gigi anak mudah berkarang dapat dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya karena jarang menyikat gigi. Cara menyikat yang kurang tepat, terlalu sering ngemil, konsumsi makanan dan minuman manis, serta kurangnya pendampingan saat menyikat gigi dapat membuat plak lebih mudah menumpuk.
Membentuk kebiasaan menjaga kebersihan mulut sejak kecil adalah investasi penting untuk kesehatan gigi anak. Jika sudah terlihat karang gigi yang keras atau terdapat keluhan seperti gusi berdarah dan bau mulut, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang tepat.


